Turut Serta Kembangkan  Wisata Kulon Progo, Belasan Usaha Jasa Pariwisata Lolos Audit

Turut Serta Kembangkan Wisata Kulon Progo, Belasan Usaha Jasa Pariwisata Lolos Audit

  • Di publish tanggal 2019-10-31 13:48:32
  • in Berita
  • Telah dibaca 303

Industri pariwisata yang terus bertumbuh harus diikuti dengan peningkatan kapasitas usaha-usaha pariwisata. Pelaku usaha pariwisata di Kulon Progo pun turut berbenah diri untuk menyikapi pertumbuhan sektor pariwisata dan beroperasinya bandara baru.

Pada bulan September dan Oktober 2019 telah dilaksanakan audit sertifikasi usaha pariwisata kepada 15 usaha jasa pariwisata di Kulon Progo. Kegiatan ini merupakan fasilitasi dari Dinas Pariwisata DIY dan didukung Dinas Pariwisata Kulon Progo bekerjasama dengan dua Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata (LSUP) di Yogyakarta yaitu PT. Putri Kedaton Grup dan PT. Adhi Karya Wisata. Adapun jenis usaha yang diaudit oleh PT. Putri Kedaton Grup adalah usaha restoran, rumah makan, dan spa. Sedangkan PT. Adhi Karya Wisata mengaudit jenis usaha hotel.

Hotel Primitif, Lumintu, New Citra, King, Wisma Kusuma, dan Anugerah telah lolos audit sertifikasi sebagai hotel non bintang. Untuk usaha spa, Violet Spa di Nanggulan telah lolos audit sebagai usaha Spa Tirta 1. Kemudian Ayam Goreng Bu Hartin Resto di Gunung gempal telah diaudit sebagai restoran bintang 1. Adapun audit jenis usaha rumah makan dilaksanakan di RM Dapur Semar, RM Gudeg Kendhil Bu Juminten, RM Pondok Dhahar Bu Ambar, RM. Padang Buah Jarami, RM Kopi Nyia, RM Pringpetung, dan RM SeaFood Yu Sum Congot.

Kepala Seksi Usaha dan Jasa Pariwisata Dinpar Kulon Progo, Endah Supeni, menyebutkan bahwa usaha jasa pariwisata tersebut diaudit sebagai penghargaan pemerintah atas komitmen pelaku usaha pariwisata dalam mematuhi regulasi yang berlaku. Selain itu, usaha tersebut juga sudah layak untuk diikutkan dalam audit sertifikasi usaha pariwisata serta aktif dalam kegiatan kelembagaan pariwisata, dalam hal ini PHRI. Dalam regulasi legalitas usaha pariwisata, terdapat ijin usaha yaitu Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), selanjutnya pelaku usaha pariwisata setelah memiliki TDUP harus memiliki komitmen untuk melakukan sertifikasi usahanya sehingga nantinya dapat memiliki ijin operasional atau ijin komersil.

Sekretaris BPC PHRI Kulon Progo, Yuliyanti, yang turut mendampingi proses audit ini mengapresiasi perhatian pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata Kulon Progo terhadap para pelaku usaha jasa pariwisata.

”14 usaha ini telah lolos proses audit, selanjutnya sertifikasi akan segera terbit setelah terpenuhinya beberapa catatan yang ditemukan oleh tim auditor. Kulon Progo sangat baik dalam merespon perkembangan pariwisata, terlebih dengan adanya bandara baru di Kulon Progo” ujar Jupri, salah seorang auditor. Usaha pariwisata yang memiliki sertifikasi berarti telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Kementerian pariwisata sehingga akan mampu bersaing dalam industri pariwisata. (ardh)