Penanaman 1001 Pohon di Gunung Kuniran

Penanaman 1001 Pohon di Gunung Kuniran

  • Di publish tanggal 2020-01-20 10:03:17
  • in Berita
  • Telah dibaca 125

Bupati Kulon Progo beserta jajarannya melakukan penanaman 1001 pohon di Gunung Kuniran, Pandu, Hargorejo, Kokap, Kulon Progo pada 15 Januari 2020. Hal ini dilakukan sebagai upaya konservasi lingkungan. Lingkungan sangat penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup. Karena apabila lingkungan tidak ada maka manusia, hewan, dan tumbuhan tidak dapat bertahan hidup. Namun, sekarang lingkungan cenderung mengalami kerusakan akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Contohnya saja seperti menebang pohon secara liar yang tidak diikuti dengan penanaman pohon kembali sehingga hutan menjadi gundul dan tanah tidak dapat menyerap air bahkan pohon tidak dapat menghirup karbondioksida di udara, penambangan ilegal yang dapat menyebabkan  kerusakan lahan, penggunaan kendaraan bermotor dan kegiatan industri yang berdampak tingginya emisi gas buang di udara yang mengakibatkan polusi udara serta pemanasan suhu bumi, serta membuang sampah sembarangan yang berdampak buruk pada lingkungan.

Salah satu upaya untuk melestarikan lingkungan adalah dengan cara konservasi lingkungan. Konservasi mempunyai arti sebagai usaha pelestarian lingkungan hidup yang mengutamakan manfaat atau daya guna lingkungan dan upaya keseimbangan komponen-komponen lingkungan hidup demi pemanfaatan masa depan. Dalam kehidupan sehari-hari konservasi lingkungan yang paling sederhana yaitu dengan penanaman pohon di lingkungan tempat tinggal kita. Dalam melakukan upaya konservasi lingkungan, salah satu sasaran / target usaha konservasi adalah untuk menjamin keserasian dan keberadaan sumber daya alam fisik dan hayati serta ekosistem, dari penurunan kualitas dan kuantitas serta penurunan pemanfaatan, dan dari kerusakan lingkungan.

Adapun manfaat konservasi lingkungan diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Menciptakan stabilitas iklim, pelestarian alam terutama air dan tanah; 
  2. Pembaharuan sumber daya alam hayati dan ekosistem; 
  3. Perlindungan plasma nutfah;
  4. serta Kegiatan tourism dan rekreasi.

Apabila kawasan konservasi dikelola secara optimal maka bisa meningkatkan manfaat ekonomi secara optimal yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui pemanfaatan jasa lingkungan seperti obyek dan daya tarik wisata alam. Hal ini sesuai dengan Perda Kabupaten Kulon Progo Nomor 9 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2015 – 2025 yang menyebutkan bahwa arah pengembangan daya tarik wisata di Kulon Progo diantaranya adalah pengembangan upaya konservasi untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan sumber daya pariwisata. Adapun efek berantai (multiplier effect) konservasi adalah mampu mendorong pembangunan ekonomi masyarakat sekitar  terutama dalam hal akomodasi, konsumsi, jasa pemandu wisata dan perdagangan cinderamata.

Gunung Kuniran yang terletak di Pedukuhan Pandu, Desa Hargorejo, Kecamatan Kokap, akan dikembangkan oleh masyarakat setempat khususnya Kelompok Tani Hutan (KTH) Wanadadi menjadi sebuah obyek wisata alam. Obyek wisata ini dibuka sejak tanggal 20 Desember 2019. Untuk masuk ke obyek wisata ini, wisatawan dikenakan biaya tiket masuk seharga Rp. 5000. Tempat ini menyuguhkan panorama yang apik perbukitan Menoreh, keasrian dan kenyamanan lingkungan, khususnya udara yang bersih kaya Oksigen dan sangat cocok untuk tempat merefresh diri.

Semoga dengan adanya penanaman 1001 pohon oleh Bupati Kulon Progo beserta jajarannya di Gunung Kuniran akan semakin menambah keasrian alamnya dan kedepan akan menjadi sebuah obyek wisata alam unggulan di Kabupaten Kulon Progo. (Dy)