Kembangkan Daya Tarik di Bantaran Rel KA Bandara, DInpar Gelar Festival Pacak Sepuran

Kembangkan Daya Tarik di Bantaran Rel KA Bandara, DInpar Gelar Festival Pacak Sepuran

  • Di publish tanggal 2021-11-29 08:18:30
  • in Berita
  • Telah dibaca 172

Suasana sepanjang 25 kilometer (km) jalur rel kereta api (KA) dari wilayah Kapanewon Sentolo hingga Stasiun Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) nampak berbeda dari hari-hari biasa. Kalau biasanya lingkungan rel terkesan kumuh maka sekarang justru indah dan menarik. Lantaran dihiasi berbagai ornamen seni dan budaya lokal.

Ornamen berbagai macam bentuk seperti tokoh pewayangan, patung burung raksasa hingga orang-orangan sawah di pasang berjejer rapi di sepanjang jalur kereta api dari ujung Timur Kulonprogo, yakni wilayah Kapanewon Sentolo hingga Stasiun BIY perbatasan dengan Kabupaten Purworejo, Jateng.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo, Joko Murstiono MA mengatakan, keberadaan ornamen tersebut merupakan bagian dari Festival Pacak Sepuran yang diinisiasi dinasnya. Pacak sepuran merupakan upaya menghias kereta api, dalam hal ini lingkungan jalur kereta api.

Diungkapkan, saat ini di BIY sudah ada stasiun kereta api menuju Stasiun Tugu Yogyakarta. Ironisnya selama ini beberapa titik di kanan kiri jalur kereta masih banyak yang kumuh dan belum tersentuh nilai-nilai budaya, kearifan lokal.

“Sehingga Dispar bekerjasama dengan berbagai pihak mengadakan kegiatan menghias, menata dan mempercantik kanan kiri rel kereta api, sehingga orang dalam ka kalau masuk area Kulonprogo akan merasakan suasana yang berbeda,” kata Joko Mursito pada puncak Festival Pacak Sepuran di Stasiun YIA, Minggu (28/11/2021).

Festival Pacak Sepuran diikuti 14 kalurahan dan 1 kelurahan yang dilintasi jalur kereta. Warga di sepanjang jalur itu secara swadaya menghias lingkungan rel bersama para seniman yang telah ditunjuk Dispar. Adapun pengerjaan ornamen dilakukan serentak sejak pertengahan November 2021.
Ornamen yang sudah terpasang di pinggir jalur kereta api kemudian dinilai oleh dewan juri dari berbagai latar belakang. Ornamen terbaik berhak mendapat hadiah uang pembinaan puluhan juta rupiah.

“Supaya lebih greget maka kegiatan ini kami buat semacam kompetisi, supaya kalurahan dan kelurahan yang ikut lebih semangat,” tuturnya berharap ke depan spot-spot yang dikerjakan oleh masyarakat berpadu dengan seniman di sepanjang jalur kereta api ini bisa jadi destinasi wisata baru untuk dimanfaatkan sebagai tempat nongkrong, ngopi, bersantai maupun sekadar momong anak.

“Kami juga akan mendorong lewat desa wisata dan pokdarwis untuk mewujudkan objek wisata baru tersebut,” janji Joko.

Terpilih enam kalurahan dan kelurahan terbaik dalam Festival Pacak Sepuran. Masing-masing juara pertama diraih Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo. Juarara kedua Kalurahan Kulur (Temon), Karangsari (Pengasih), Tawangsari (Pengasih), Kaligintung (Temon) dan terakhir Kelurahan Wates Kapanewon Wates.

Lurah Sukoreno Olan Suparlan mengapresiasi positif kegiatan tersebut. Keberhasilan Sukoreno dalam festival tersebut berkat kerjasama seluruh warga masyarakat Sukoreno. “Terimakasih hadiahnya untuk Sukoreno. Keberhasilan ini berkat gotong royong dan kerjasama warga yang antusias mengikuti Festival Pacak Sepuran,” tuturnya. (Rul)

Sumber : https://www.krjogja.com/berita-lokal/diy/kulonprogo/festival-pacak-sepuran-jalur-kereta-api-di-kulonprogo-tampil-unik/2/