FGD Kajian Pola Perjalanan Pariwisata di DIY

FGD Kajian Pola Perjalanan Pariwisata di DIY

  • Di publish tanggal 2022-06-02 14:00:04
  • in Berita
  • Telah dibaca 56

Dalam rangka melihat pola perjalanan wisata eksisting baik nasional maupun nasional Dinas Pariwisata DIY hari ini Kamis (2/6/2022) melaksanakan Focus Grup Disccussion Kajian Pola Perjalanan Wisata di DIY yang dilaksanakan di Grand Rohan.

 

Pada kegiatan yang dilaksanakan sehari ini selain memaparkan laporan pendahuluan juga menggali masukan dari berbagai stakeholder di DIY, antara lain beberapa OPD DIY, Dinas Pariwisata Kabupaten/ Kota, Asita, HPI, dan berbagai pihak terkait.

 

Melalui kegiatan ini dibahas terkait pola perjalanan wisata DIY, dilakukan karena perilaku wisatawan saat ini berubah. Kesadaran higienitas wisatawan juga sangat tinggi, kondisi pandemi sudah melandai, kegiatan ekonomi kreatif juga sudah mulai tumbuh.

 

Dengan FGD ini untuk melihat pola perjalanan wisata eksisting nasional maupun internasional Mengidentifikasi pola perjalanan wisata serta kebiasaan berwisata sebelum era pandemi. Mengidentifikasi pola perjalanan wisata serta kebiasaan berwisata di era adaptasi kebiasaan baru. Menyusun model paket perjalanan wisata DIY dan kebiasaan berwisata di era adaptasi kebiasaan baru. Memberikan referensi dan rekomendasi model perjalanan wisata tahun 2022

 

Perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo Akhmad Tribiyanto,SST menyampaikan banyak potensi wisata di Kulon Progo yang bisa dijadikan paket wisata dan pola wisata di Kulon Progo saat ini terus berubah dibandingkan dahulu.

 

“Sarana dan prasarana pariwisata di Kulon Progo saat ini mengalami  perkembangan yang pesat, dan kesadaran masyarakat untuk memperkuat potensi yang ada di masing masing daerah juga semakin tinggi, sehingga banyak potensi wisata yang bermunculan dan ini merubah pola perjalanan wisata di Kulon Progo. Dinas Pariwisata Kulon Progo dibawah Pimpinan Bapak Joko Mursito,SSn,MA terus mendorong agar masing masing desa wisata mempunyai ikon dan menjadi unggulan potensi masing-desa wisata atau destinasi wisata”: kata Akhmad Tri.