Dinas Pariwisata Kulon Progo Kembali Gelar Famtrip Difabel Sebagai Wujud Komitmen Membangun Wisata Yang Ramah Bagi Semua Kalangan

Dinas Pariwisata Kulon Progo Kembali Gelar Famtrip Difabel Sebagai Wujud Komitmen Membangun Wisata Yang Ramah Bagi Semua Kalangan

  • Di publish tanggal 2022-06-24 16:37:09
  • in Berita
  • Telah dibaca 85

Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo menggelar Fam Trip Difabel 2022 untuk mengenalkan destinasi wisata kepada penyandang disabilitas. Kegiatan ini menjadi upaya perbaikan agar seluruh objek wisata ramah bagi difabel. 

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Joko Mursito, S.Sn., M.A. mengatakan, kegiatan ini mengajak 60 anak penyandang disabilitas dari beberapa kriteria. Mereka juga didampingi fasilitator untuk mengenalkan beberapa potensi wisata yang ada

“Ada 60 difabel dan mereka dibagi menjadi tiga kelompok. Setiap kelompok mengujungi dua desa wisata,” katanya, Rabu (22/6/2022). 

Para penyandang disabilitas ini juga diajak untuk terlibat langsung dalam kegiatan yang ada. Baik membatik, membuat gula aren, membuat teh hingga membuaat kain menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). 

“Harapannya dari kegiatan ini mereka memberikan kritik dan masukan. Nantinya akan kami evaluasi agar semua objek wisata ramah difabel,” kata Joko. 

 Joko mengatakan dari sekitar 40 objek wisata, memang belum semuanya dilengkapi dengan sarana bagi difabel. Bari objek wisata yang dikelola pemerintah yang sudah dilengkapi sarana dan prasarana.    

Salah satu peserta berkebutuhan kusus, Sri Mulyati (23) mengaku terkesan dengan Fam trip Difabel ini. Meski memiliki keterbatasan fisik, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga ini bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam pembuat gula aren.

“Baru di Kulonprogo ada fam trip dengan mengakomodir difabel. Memang belum semua objek sudah dilengkapi difabel, namun kegiatan ini sangat istimewa,” katanya.

Pendamping difabel, Meira Marianti mengatakan, baru di Kulonprogo ada kegiatan fam trip bagi difabel. Bahkan acara ini sudah dilaksanakan dua tahun secara berturut-turut. 

“Di daerah lain itu, pengelola abai bagi difabel, tetapi di Kulonprogo justru ingin melengkapi kebutuhan difabel,” katanya. 

Kebutuhan penyandang disabilitas itu bukan hanya pada kebutuhan kursi roda.  Namun juga hand rail anak tangga dan  piranti lain. Tidak kalah penting kemampuan pemandu berkomuniksi dengan penyandang disabilitas. 

“Tidak hanya sarana prasarana, namun pemandu wisata juga harus paham bahas isyarat,” katanya.

Sumber : https://yogya.inews.id/berita/pastikan-destinasi-ramah-penyandang-disabilitas-dinpar-kulonprogo-gelar-fam-trip-difabel