Sosialisasi CHSE Kemenparekraf Diselenggarakan Di Daya Tarik Wisata Baru Kulon Progo

Sosialisasi CHSE Kemenparekraf Diselenggarakan Di Daya Tarik Wisata Baru Kulon Progo

  • Di publish tanggal 2020-11-16 13:04:22
  • in Berita
  • Telah dibaca 138

Dalam upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata yang terdampak oleh pandemi Covid-19, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar sosialisasi gerakan Clean, Health, Safety and Enviroment (CHSE) di Pantai Bidara, Bugel, Panjatan, Kulon Progo pada Jum'at (13/11).

Sosialisasi ini diikuti oleh puluhan peserta baik dari pengelola Pantai Bidara mapun dari perwakilan dari pengelola desa wisata di Kulon Progo. Hadir pula dalam kegiatan sosialisasi ini Perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ketua DPRD Kulon Progo, Bupati Kulon Progo, Asisten II Sekretars Daerah Bagian Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Alam dan beberapa perwakilan kepala OPD terkait di Kulon Progo.

Dalam sosialisasi ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyerahkan fasilitas cuci tangan dan alat kebersihan untuk pengelola Pantai Bidara yang masih baru beroperasi ini. Selain bantuan dari Kemenparekraf, Pantai Bidara juga mendapat bantuan uang tunai dari Badan Amil Zakat Nasioanl (Baznas) untuk pembangunan mushola dan bantuan uang tunai dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk pengembangan Pantai Bidara kedepannya.

Pantai BIdara sendiri merupakan daya tarik wisata baru yang dikembangkan masyarakat Bugel, Panjatan, Kulon Progo didampingi oleh Dinas Pariwisata Kulon Progo. Disampaikan juga oleh Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Joko Mursito  menyampaikan bahwa penamaan pantai baru ini sebagai "Pantai Bidara" karena terdapat Pohon Bidara yang tumbuh dan dipercaya memiliki khasiat untuk menyembuhkan beberapa penyakit.

"Karena di sini terdapat tanaman khas bernama Bidara, makanya kemudian masyarakat dan pemerintah sepakat memberikan nama pantai ini Pantai Bidara. Bidara sendiri adalah tanaman yang konon kabarnya bisa digunakan untuk menyembuhkan beberapa penyakit," ungkap Joko.

Selain adanya Pohon Bidara, Pantai Bidara ini juga dipercaya garis imajiner hingga Puncak Suroloyo.

"Kalau Parangkusumo jika ditarik ke utara ketemu alun-alun, lalu keraton, kemudian stasiun, dan berujung di Merapi. Sedangkan di pantai Bidara ini, jika ditarik garis lurus kita ketemu patung Nyi Ageng serang, Stasiun Wates, alun-alun Wates, rumah dinas bupati sampai ujung utara di puncak Suroloyo, jadi semacam garis imajiner gitu," imbuh Joko Mursito. (anm)