Sebagai Penyangga Kawasan DPSP Borobudur, Desa Wisata Segajih Jadi Lokasi Kick-Off Revitalisasi Toilet Kemenparekraf

Sebagai Penyangga Kawasan DPSP Borobudur, Desa Wisata Segajih Jadi Lokasi Kick-Off Revitalisasi Toilet Kemenparekraf

  • Di publish tanggal 2021-03-31 16:00:06
  • in Berita
  • Telah dibaca 286

Sebagai wujud Gerakan Nasional Revolusi Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar Kick Off Revitalisasi Toilet Destinasi Wisata yang dipimpin secara langsung oleh Menparekraf Sandiaga Uno di Pantai Kuta Bali dengan diikuti secara daring serempak di 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang, Rabu 17 Maret 2021 yang lalu. 

Hadir secara langsung, Bupati Kulon Progo, Drs.H. Sutedjo, Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Joko Mursito, S.Sn., M.A di salah satu desa wisata penyangga DPSP Borobudur, yaitu Desa Wisata Segajih, Kapanewon Kokap, Kulon Progo.

Dalam sambutannya, Menteri Parekraf, Sandiaga Uno menyampaikan salah satu aspek upaya pemerintah dalam meningkatkan pariwisata adalah dengan dimulainya peningkatan kualitas amenitas dari sisi kebersihan dan kesehatan sebagai Daya Tarik Wisata, khususnya toilet serta pengelolaan sampah plastik.

"Toilet dan kebersihan menjadi sangat vital bagi destinasi wisata, dengan ini kita harapkan ini bisa memacu pelaku wisata untuk berupaya lebih siap menyambut wisatawan dengan semangat ‘I use I Care’ ", ujar Sandi.

Menurut Sandi, toilet merupakan sarana pendukung pariwisata yang penting, namun hal itu juga harus diikuti dengan budaya atau kebiasaan menjaga kebersihan yang berkelanjutan. Revitalisasi ini juga sebagai awal dari program membangkitkan kembali pariwisata Indonesia ditengah pandemi Covid-19 dengan tetap menjaga protokol kesehatan. "Dimulai dari Bali dan DWSP, kita bangkitkan pariwisata Indonesia, yang tentunya diikuti oleh destinasi lainnya", imbuh Sandi.

Selain revitalisasi toilet, Kemenparekraf juga melaksanakan program Pendampingan Pengelolaan Sampah Plastik. Dimana sampah plastik masih menjadi kendala di beberapa destinasi wisata. Kemenperkraf berharap hal ini menjadi sinergi bersama seluruh elemen wisata dalam menjaga dan mengembangkan pariwisata dari berbagai aspek.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo, Drs.H. Sutedjo turut mendukung langkah-langkah Kemenperkraf dalam mengembangkan pariwisata Nasional maupun Regional. Terlebih lagi, saat ini sektor wisata sangat terdampak oleh pandemi Covid-19. Hal ini juga sejalan dengan program Pemkab dalam pengembangan wisata di Kulon Progo, yang didukung dengan dampak positif pengembangan Bedah Menoreh dan telah beroperasinya Bandara YIA.