Peresmian Obyek Wisata Baru, Kedung Gender Josutan

Peresmian Obyek Wisata Baru, Kedung Gender Josutan

  • Di publish tanggal 2018-03-20 07:22:16
  • in Berita
  • Telah dibaca 372

Kulon Progo memang menyimpan banyak sekali potensi-potensi wisata yang belum terkuak, khususnya wisata alam. Dianugerahi dengan sumber daya alam yang melimpah, masyarakat Kulon Progo pun semakin cerdas untuk mengembangkan daerahnya. Seperti halnya masyarakat di dusun Josutan, desa Karangsari, kecamatan Pengasih, Kulon Progo ini, mereka berinisiatif untuk mengembangkan obyek wisata di dusun mereka dengan potensi sungai yang dimilikinya yaitu Sungai Pening. Obyek Wisata Air Kedung Gender Josutan, begitu nama dari obyek wisata yang baru diresmikan pada hari Minggu (18/03) lalu.

Obyek Wisata Air Kedung Gender ini diresmikan oleh Bapak Bupati Kulon Progo yang diwakili oleh Ibu Endang Purwaningrum selaku staf ahli bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Kulon Progo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan Bapak Bupati yang sangat mengapresiasi ide kreatif dan inovatif pemerintah desa dan masyarakat desa Karangsari, untuk turut serta dalam mengembangkan potensi wisata di Kulon Progo. Acara pembukaan obyek wisata ini juga dihadiri oleh pejabat perwakilan Dinas Pariwisata Kulon Progo, pejabat desa dan kecamatan setempat, forum komunikasi wisata Kulon Progo, dan tentunya masyarakat sekitar yang ingin menyaksikan dibukanya wisata baru ini.

Pembukaan semakin ramai dengan banyaknya warga dan anak-anak yang bermain air atau ciblon di kedung tersebut, menandakan mereka sangat senang dengan dibukanya wisata baru ini. Menyuguhkan suasana pedesaan yang masih asri dan alami serta air sungai yang tidak akan surut, diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri. Nama Kedung Gender sendiri dipilih karena menurut cerita masyarakat dahulu yang sering mendengar suara tabuhan Gender (alat musik gamelan Jawa) dari arah palung Sungai Pening ini.

Selain itu, acara ini juga dimeriahkan dengan adanya beberapa stand makanan dan minuman olahan lokal warga Josutan, makanan tradisional khas Kulon Progo, serta beberapa kerajinan warga setempat. “Di Josutan ini, kita desain sebagai pusat kuliner, pertama untuk warga Josutan sendiri, kedua untuk UMKM yang ada di desa Karangasari. Jadi di Josutan ini daya dukungnya adalah pasar kuliner,” tutur Ari Wibowo, Sekretaris desa Karangsari. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya pengembangan wisata di daerah Josutan ini, khususnya Kedung Gender, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama daerah Josutan dan sekitarnya.