MANISNYA HIDUP BERSAMA KLENGKENG SOROPADAN

MANISNYA HIDUP BERSAMA KLENGKENG SOROPADAN

  • Di publish tanggal 2019-01-19 19:05:15
  • in Berita
  • Telah dibaca 99

Pada Jumat, 11 Januari 2019 yang lalu, Dinas Pariwisata bersama ASITA DIY mengunjungi Desa Tawangsari untuk survey lokasi agro wisata buah kelengkeng di Dusun Soropadan. Rencananya Desa akan membentuk Kolompok Sadar Wisata (Pokdarwis), untuk lebih mengerakkan masyarakat dalam mendukung berkembangnya agrowisata di Soropadan dan Desa Tawangsari pada umumnya.

Kelompok Sadar Wisata adalah  kelembagaan di tingkat masyarakat yang anggotanya terdiri dari para pelaku kepariwisataan yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab serta berperan sebagai penggerak dalam mendukung terciptanya iklim kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan serta terwujudnya Sapta Pesona dan diharapkan dapat meningkatkan pembangunan daerah melalui kepariwisataan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

Saat ini di Tawangsari khususnya pedukuhan Soropadan sedang dikembangkan kebun buah kelengkeng dengan luasan sekitar 6 hektar dengan kurang lebih 5.000 pohon kelengkeng, yang telah berbuah dan sudah bisa dinikmati hasilnya dan tergabung dalam kelompok tani kebun Mugi Rahayu. Kunjungan tamu/wisatawan juga sudah ada namun belum seperti yang diharapkan. Karena itu keinginan untuk mempunyai Pokdarwis sangat kuat di Tawangsari.

Rencana ke depan Tawangsari akan dijadikan Desa Wisata agro buah, jadi tidak hanya kelengkeng saja, namun juga buah-buahan yang lain, berbeda untuk masing-masing dusun. Apalagi Tawangsari hanya berjarak 4 km dari calon Bandara Baru, di Temon, Kulon Progo.

Arahan dari Dinas Pariwisata dan dari ASITA DIY, untuk segera membentuk Pokdarwis karena Pokdarwis adalah kelompok yang bergerak secara swadaya artinya pengembangan kepariwisataan yang dilakukan di desa itu bersumber dari kekuatan desa sendiri dengan segala potensinya. Pokdarwis juga harus membangun dirinya secara swakarsa alias menciptakan pengembangan berdasar potensi kreativitas yang mereka miliki karena merekalah yang memiliki kuasa atas pengembangan desa dengan segala sumber daya yang mereka miliki.

Dari hasil survey, kebun buah kelengkeng yang dimiliki warga sudah tertata dengan baik, dan pengaturan berbuahpun sudah dikembangkan. Jenis kelengkeng yang ditanam antara lain crystal new, dengan keistimewaan dalam satu dompol buahnya banyak dan manis rasanya.

Hanya memang beberapa fasilitas masih perlu dilengkapi untuk menambah daya tarik seperti misalnya gazebo untuk tempat istirahat.

Potensi yang sudah dimiliki Soropadan khususnya desa Tawangsari pada umumnya ini tinggal diolah dan dikembangkan untuk menjadi sektor pariwisata yang dapat mendongkrak pendapatan masyarakat. Jadi memang tepat kalau ada inisiatif untuk membentuk Kelompok Sadar Wisata di Soropadan, Tawangsari. (ewins)

Map MANISNYA HIDUP BERSAMA KLENGKENG SOROPADAN