LOMBA DESA WISATA DAN HOMESTAY 2018

LOMBA DESA WISATA DAN HOMESTAY 2018

  • Di publish tanggal 2018-04-12 13:27:41
  • in Berita
  • Telah dibaca 186

Dinas Pariwisata DIY berkeinginan pengelola desa wisata mampu merancang kawasan wisata yang berstandar ASEAN, salah satu cara yang ditempuh Dinas Pariwisata DIY adalah dengan mengadakan lomba desa wisata dan homestay tingkat DIY setiap tahunnya.  Penilaian lomba ini nantinya akan mengacu pada standar Community Base Tourism (CBT). Juri lomba ini terdiri dari berbagai unsur seperti Dinas Pariwisata DIY, Pusat Studi Pariwisata UGM, HPI DIY, Forkom Desa Wisata DIY, media masa, ASITA, PHRI dan juga tokoh pariwisata .

Pada Senin (9/4) tim juri Lomba Desa Wisata dan Homestay Tingkat DIY berkesempatan melakukan penilaian ke Desa Wisata Nglinggo, Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo. Pada kesempatan ini Desa Wisata Nglinggo menampilkan kesenian Lengger Tapen, mendemonstrasikan kopi dan juga teh Sangrai. Bukit Ngisis adalah daya tarik wisata pilihan yang dikunjungi para juri pada kesempatan ini. Selain Desa Wisata Nglinggo, tim juri pun berkesempatan melakukan penilaian di Desa Wisata lain yakni Desa Wisata Jatimulyo. Daya tarik wisata yang dikunjungi di Desa Wisata Jatimulyo adalah Watu Blencong. Pada kesempatan kali ini, Desa Wisata Jatimulyo juga menampilkan kesenian tari Angguk.

“ Desa Wisata Jatimulyo, di Kecamatan Girimulyo memiliki kekayaan daya tarik wisata yang beragam. Desa  yang terdiri dari 12 pedukuhan ini memiliki 10 daya Tarik Wisata. Diharapkan ke depan, setiap pedukuhan memiliki minimal daya tarik wisata.” ungkap Suisno selaku ketua Desa Wisata Jatimulyo.

Setelah penilaian desa wisata tersebut kemudian dilanjutkan pada hari yang sama yakni penilaian 3 homestay yakni Homestay Kayumanis Nglinggo, Homestay Mbah Urip Purwosari dan Homestay Pak Dal Jatimulyo.

Pada hari berikutnya Selasa (10/4) penjurian dilanjutkan ke Desa Wisata Sidorejo Lendah. Proses penilaian menjadi cukup menarik karena desa wisata ini menampilkan beberapa kesenian seperti Reog, Hadrah dan Kuda Lumping. Daya tarik wisata yang dikunjungi pun cukup banyak yakni Taman Bendung Sapon, Jemparingan dan Watu Kodok.

Titik Sulistyowati , kepala seksi kelembagaan Dinas Pariwisata DIY menyatakan bahwa pemenang lomba desa wisata ini akan diumumkan pada akhir April dan diikutsertakan dalam Lomba serupa tingkat Nasional serta tingkat ASEAN dengan standar CBT (Community Base Tourism).