Kemenparekraf Gelar Sosialisasi CHSE di Taman Wisata Gua Kiskenda

Kemenparekraf Gelar Sosialisasi CHSE di Taman Wisata Gua Kiskenda

  • Di publish tanggal 2020-11-11 10:33:44
  • in Berita
  • Telah dibaca 190

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kulon Progo menyelenggarakan sosialisasi Cleanliness, Healthy, Safety and Enviromental Sustainability (CHSE) di Taman Wisata Gua Kiskenda pada Selasa (10/11/2020). Sosialisasi ini diikuti oleh hampir 100 peserta yang terdiri dari anggota Forum Wisata dan para pengurus desa wisata di Kulon Progo seperti Desa Wisata Tinalah, Glagah, Segajih dan Jatimulyo. Kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa tamu undangan yakni Bupati Kulon Progo, Sekretaris Daerah, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Alam, perwakilan dari Badan Otorita Borobudur, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata DIY dan Dinas Kesehatan Kulon Progo.

Kegiatan sosialisasi CHSE ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, pelaku serta pembina pariwisata tentang perilaku adaptasi kebiasaan baru/ Pranatan Anyar Plesiran Jogja dalam masa pandemi Covid-19. 

Dalam rangkaian sosialisasi ini, diselenggarakan pula Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) dan Penyediaan Peralatan Pendukung CHSE di Destinasi Pariwisata. Kemenpar melakukan penyerahan simbolis fasilitas pendukung protokol kesehatan seperti wastafel, tempat sampah, masker, faceshield, handsanitizer serta papan petunjuk pariwisata kepada Bupati Kulon Progo yang kemudian Fasilitas ini diserahkan langsung kepada setiap desa wisata.

Turut ditampilkan pula dalam kegiatan sosialisasi ini fragmen Sendratari Sugriwa Subali yang dipentaskan oleh seniman-seniwati asli Desa Wisata Jatimulyo.  

Dalam sambutannya, Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo menyampaikan pentingnya penerapan CHSE ini di sektor pariwisata di Kulon Progo.

"Harapannya memasuki tatanan kehidupan baru ini kita kembali dapat beraktivitas di masa adaptasi kebiasaan baru sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sehingga ekonomi dan pariwisata kita tetap berjalan namun tetap waspada terhadap kesehatan," ungkap Sutedjo.