DINPAR KULON PROGO PROMOSIKAN WISATA DI JITEX  2019

DINPAR KULON PROGO PROMOSIKAN WISATA DI JITEX 2019

  • Di publish tanggal 2019-03-12 13:28:48
  • in Berita
  • Telah dibaca 149

ASPPI (Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia) DPD DIY menyelenggarakan rangkaian kegiatan JITEX (Jogja Istimewa Travel Exchange) a pada tanggal 10 s/d 13 Maret 2019. Kegiatan utama berupa Travel Exchange / Table Top pariwisata berlangsung pada hari Senin 11 Maret 2019 di Ballroom Sahid Hotel Yogyakarta.

Kegiatan JITEX 2019 dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman yang hadir mewakili Bupati Sleman. JITEX kali ini hadir dengan mengusung tema “The Harmony of Culture and Tourism”. Kegiatan ini merupakan peluang istimewa bagi para seller/buyer/sponsor dalam mengembangkan serta memajukan usaha mereka di dunia pariwisata baik skala nasional maupun internasional. JITEX tahun ini diikuti oleh sekitar 130 buyers yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Bali, Lombok, Medan, Labuhan Bajo, Medan, Belitung, Jakarta dan Bandung. Selain itu, ada pula buyer yang berasal dari luar negeri seperti Korea, Thailand dan Malaysia. Adapun sellers pada kegiatan ini berasal dari para pelaku wisata di wilayah DIY meliputi hotel, restaurant, pusat penjualan makanan, pusat oleh-oleh, penyedia transportasi wisata, toko souvenir/cindera mata,  pengelola destinasi wisata, serta pelaku bisnis pendukung pariwisata yang lain.

Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo turut hadir dalam table top JITEX 2019 (11/03) dengan diwakili oleh Nur Budhi Puji Wibowo, SE., M.Sc dan Anom Sudarinto, A.Md dari Seksi Promosi Pariwisata, dengan menghadirkan pengelola Desa Wisata Nglinggo-Pagerharjo untuk menjual berbagai paket wisata yang ditawarkan.

Respon para buyers yang mengunjungi booth / table Dinas Pariwisata Kulon Progo secara umum sangat baik. Mereka cukup antusias untuk mengetahui secara lebih dalam berbagai potensi wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Kulon Progo yang belum banyak ter ekspose media. Kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memberikan penjelasan pada para buyer untuk berpromosi. Potensi Desa Wisata Nglinggo juga banyak mendapat perhatian dari para buyers. Umumnya mereka tertarik dengan paket wisata Offroad yang ditawarkan, disamping paket wisata pendidikan/edukasi seperti pembuatan teh, kopi, gula aren, dan budidaya kambing Ettawa.

Sebagai tindak lanjut dari hasil kegiatan ini, pengelola Desa Wisata Nglinggo akan segera mengirimkan penawaran resmi kepada para buyers yang berhasil ditemui melalui kontak handphone maupun email. Harapannya akan segera tercipa kontak bisnis berupa pembelian paket wisata ke desa wisata Nglinggo yang secara langsung akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kulon Progo dan meningkatkan pendapatan asli daerah dan masyarakat. (nbp)